Instalasi Debian 9.5 serta Putty

Penginstalan Debian 9.5 serta Putty

Hai untuk semuanya.Sebelum lanjut ke tahap pengistalan,perkenalkan nama saya Riyan Malik Fajar.Saya merupakan salah satu siswa dari sekolah SMKN 1 Kota Bekasi,jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Di kesempatan kali ini saya akan memperlihatkan kepada kalian tahap-tahap menginstal Debian(Linux) melalui Virtual Box dan juga meremoten SSH dengan Putty.

Seperti ini tugasnya:













Kita tidak akan mengerjakan nomor 4 nya.


Langsung saja kita mulai tutorialnya.

Langkah penginstalan Debian.

Yang harus disiapkan:

1.Perangkat PC/Laptop
2.Virtual Box
3.File ISO Debian

Langkah-langkahnya

1.Buka aplikasi Virtual Box, klik bagian New, selanjutnya masukkan nama file kalian,sistem operasi,dan pilih destinasi folder.Kalian akan diberitahu untuk mengatur kapasitas RAM,jenis hardisk yang digunakan,serta kapasitas hardisk yang kita pakai.Kapasitas hardisk kita atur 300 GB supaya sesuai dengan tugas yang tadi.


















2.Selanjutnya,kita pergi menuju setting seperti gambar di atas,untuk merubah opsi network supaya Debian nanti bisa di remote menggunakan aplikasi Putty.
Untuk Adapter 1 kita pilih "Bridge Adapter".
















Untuk Adapter 2 kita pilih "Host only Adapter"

3.Setelah itu kita menuju ke Storage.Gunanya untuk memasukkan file iso Debian yang sudah kita download.















4.Jika sudah seleasi,langsung klik start lalu pilihlah file ISO Debiannya.



















Proses Instalasi Debian

Jika ingin melanjutkan Tahap berikutnya pencetlah [ENTER]



















1.Bisa kita lihat banyak pilihan di atas,saya akan memilih yang pilihan kedua yaitu Install.

















2.Disini kita pilih saja yang bahasa English,kenapa?karena jika kita pilih bahasa Indonesia nanti terjemahannya akan sedikit aneh,saya merekomendasikan menggunakan English.


















3.Untuk pilihan ini,kita pilih yang Other supaya kita bisa mencari benua Asia di pilihan selanjutnya.

















4.Selanjutnya pilih Asia.

















5.Barulah kita pilih negara kita tercinta Indonesia.



















6.Selanjutnya pilih yang United states, setelah itu pilih American English.

















7.Untuk mode jaringan pilih enpos3.

















8.Saat seperti ini kita pilih  Go Back supaya kalian bisa memilih menu Configure Network Manually.


















9.Pilih Configure Network Manually.

















10.Masukkan IP sesuai dengan jaringan internet anda saat ini dan disarankan untuk mengubah angka terkakhir IP.



















11.Gateway isi sesuaikan dengan perangkat kalian.

















12.Untuk Netmask kalian Biarkan saja.

















13.untuk name server address silahkan isi sesuai yang ada di perangkat kalian.

















14.Bagian Hostname masukkan nama kalian.

















15.Domain name kita kosongkan.

















16.Lalu buat password anda.




























17.Selanjutnya pada gambar-gambar yang diatas ini,isi sesuai yang di instruksikan.

18.Selanjutnya pilih Western.

19.Pilih Manual.

20.Di bagian pemartisian,kalian tekan [Enter] di menu yang saya pilih.


21.Selanjutnya pilih yes untuk membuat partisi dan setelah itu pilih Create a new partition.

22.Isi 100 GB,karena kita memiliki 300 GB setelah itu pilih tipe Primary.

23.Selanjutnya klik tekan Done setting in the partition,lalu kita akan membuat partisi Logical

24.Sekarang kita akan membuat partisi dengan kegunaan Swap.


25.Jika telah masuk di tahap new partition size,masukkan 8 GB untuk partisi Swap area,setelah itu pilih Logical.

26.Pilih Beginning.

27.Tekan [Enter] di menu yang saya pilih untuk menggantinya menjadi Swap area.

28.Lalu pilih Swap area dan tekan [Enter],selanjutnya tekan [Enter] lagi.

29.Sekarang saatnya kita membuat penyimpanan pertamanya,pilih opsi yang saya pilih.

30.Lalu pilih Create a new partition.


31.Masukkan partisinya sebesar 100 GB,lalu pilih Primary.

32.Pilih Beginning.

33.Selanjutnya kita akan mengubah Mount point menjadi  /data.



34.Pilih Enter Manually lalu anda ketik /data.

35.Setelah itu pilih  Done setting up the partition.

36.Kita juga akan membuat penyimpanan kedua,caranya ketik /data2 layaknya cara sebelumnya.


37.Pilih Create a new lalu untuk partition size kita menggunakan sisanya.

38.Untuk Use as nya kita ganti dari Ext4 menjadi Ext3.

39.Pilih Ext3.

40.Kita ubah Mount pointnya.


41.Lalu pilih Enter manually selanjutnya ketik /data2.

42.setelah semua sudah sesuai,lalu pilih Done setting up the partition.

43.Pilih Finish untuk menuju proses Instalasi.

44.Pilih yes.



45.Untuk opsi scan CD ord DVD,Network Mirro,dan participate packet usage survey kita pilih saja No.

46.Bagian ini kita hanya ceklis SSH Server dan Standard sytem utilities.Cara menceklisnya menggunakan [Spacebar].

47.Pilih Yes.

48.Untuk Boot loadernya pilih yang opsi bawah.

50.Login dengan username dan password yang kita buat.

51.Selanjutnya kita ketik su.

53.Ketik ip a untuk mengecek ip yang tertulis di debiannya.Setelah itu kita akan ke langkah meremote nya dengan Putty.


54.Setelah masuk ke putty,kalau disini saya merubah addres dari mulanya 192.168.43.157/24 menjadi 192.168.43.43/24.

55.Disini kalian login lagi.

56.Ketik su lagi.

57.Ketik Clear aja agar tampilan menjadi kosong dan supaya tidak keramaian.

58.Ketik ip a.


59.ketik nano/etc/network/interfaces lalu [Enter],setelah itu kita tekan [CTRL]+K sebanyak 3 kali,dan [CTRL]+U sebanyak 2 kali,lalu enpos3 diubah menjadi enpos8.


60.Dibagian ini kita ubah ip address nya,saya ubah menjadi nomor absensi saya yaitu 31.


61.Selanjutnya kita [CTRL]+X dan ketik kalau saya systemct1 reboot.Setelah itu kalian login lagi untuk mengecek enpos8 dengan ketik ip a.


Akhirnya kita sudah menyelesaikan instalasi debian di virtual box serta meremote SSH dengan Putty.Saya harap Tahapan ini berguna bagi kalian.Terima Kasih.







Comments

Popular posts from this blog

Penghitungan Diskon dalam Excel