Instalasi Proxmox di VMware Workstation dan Membangun VPS

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dalam kesempatan kali ini saya akan melakukan instalasi Proxmox dan juga membangun VPS. Proxmox adalah suatu distribusi sistem operasi Linux dari Debian yang berguna sebagai server platform virtualisasi dengan antar muka manajemen melalui web. Untuk instalasi Proxmoxnya kita lakukan di VMware Workstation.

    Proxmox juga mendukung virtualisasi dengan Qemu-kvm yang berperan sebagai proses dari modul kernel Linux dan OpenVZ sebagai Container.

Berikut adalah langkah-langkah melakukan instalasi Proxmox di VMware Workstation.
1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah masuk ke VMware Workstation lalu pilih opsi "Create a new virtual Machine".











2. Dibagian ini kita piih yang direkomendasikan, untuk memudahkan kita kostumisasi konfigurasinya.


















3. Disini kita akan memilih versi Hardware kompatitabel, saya menggunakan Hardware versi terbarunya. Jika sudah bisa klik Next.


















4. Kita pilih opsi yang paling bawah.

5. Pemilihan sistem operasinya kita pilih Other. Untuk versinya disini saya menggunakan Other 64-bit.

 6.Disini saya menggunakan disk sebesar 20 GB, dan menggunakan "Split virtual disk into multiple files".





7. Selanjutnya klik finish



8. Jika sudah, disini saya setting memornya menjadi 4 GB, processornya 2, dan menggunakan Bridge di Network Adapternya.


9. Selanjutnya masukkan file iso Proxmoxnya.

10. Kemudian start proxmoxnya. 

11. Nanti tampilannya akan seperti ini, selanjutnya kita klik bagian instal.















12. Kita tunggu sampai prosesnya selesai.
















13. Dibagian ini kita bisa langsung klik " I Agree".















14. Untuk penggunaan Hardisk, kita gunakan hardisk yang sebelumnya telah dikonfigurasi. Jika sudah klik Next.

15. Bagian Negara kita pilih Indonesia, dan zona waktunya kita pilih Asia/Jakarta. Jika sudah klik next.















16. Buat password dan juga Emailnya yang nantinya password yang kita buat akan diperlukan bagi user root.












17. Selanjutnya kita masukkan Hostnamenya, dan untuk IP Addressnya sesuaikan saja.

18. Jika dirasa sudah benar untuk konfigurasinya, selanjutnya bisa lanjut ke tahap instalasi.

19. Tunggu proses instalasi selesai.












20. Jika sudah, tampilannya akan seperti ini dan selanjutnya kita akan login dengan user root lalu menggunakan password yang telah kita buat.










21. Selanjutnya kita akan memverifikasi di web browser, dengan mengetik https://ipaddress:8006. Lalu klik bagian Advanced dan klik bagian Proceed.

22. Selanjutnya kita masukkan username root dan password yang telah kita buat.










23. Selanjutnya masuk data center kemudian node pvd, lalu klik tab shell.

24. Kemudian kita download img mikrotik dengan perintah dibawah berikut.





25.  Selanjutnya kita cek paket isonya dengan perintah "ls".





26. Kemudian lakukan update.







27. Langkah selanjutnya kita instal aplikasi Unzip dengan perintah dibawah berikut.












28. Ekstrak file zip.







29. Remove file chr yang tipenya zip.





30. Kita lihat informasi Qemu, disini terlihat bahwa virtual sizenya terpakai 64MiB dengan format raw.





31. Selanjutnya kita buat kapasitas virtual sizenya untuk mikrotik sebesar 10 G.




32. Selanjutnya cek apakah sizenya yang telah kita buat sudah tercantum.






33. Kemudian kita tambahkan VM di "Create VM".




34. Dibagian General kita Next saja.














35. Dibagian OS pilih "Do not use any media".














36. Untuk System biarkan setingan default.














37. Pada Harddisk dibagian Bus/Device kita ubah menjadi 1, dan disknya juga 1.














38. Dibagian CPU kita masukkan 2 core.














39. Untuk memory pilih 512 MB.














40. Opsi Network kita pilih "vmbr0" dan modelnya kita pilih "Virti0".














41. Jika dirasa sudah sesuai maka klik Finish.














42. Kemudian di tab Shell kita import Vmid 100 ke local lvm dengan perintah dibawah berikut.







43. Selanjutnya masuk ke VM 100, Hardware, Unused disk lalu double klik.









44. Klik add untuk menambahkan VM 100.







45. Klik bagian detech untuk harddisk scsi1.











46. Hardisk scsi1 sudah terdeteksi lalu klik Yes.







47. Selanjutnya bagian VM 100, Hardware, dan bagian harddisk yang unused disk0 diremove.









48. Kemudian klik Yes.







49.  Langkah selanjutnya ke VM 100, Option, Boot order kita tambahkan scsi0.

















50. Untuk bagian KVM nya kita ubah menjadi mode "No".










51. Selanjutnya kita add Network Device di menu Hardware.










52. Kemudian edit kedua Network Device dengan mengubah model network devicenya menjadi Intel E1000 lalu ceklik pada bagian firewall.








53. Kemudian pergi kesummary lalu klik start, setelah itu pergi kebagian console untuk menjalankan Mikrotiknya. Jika sudah masuk ke tampilan mikrotik, selanjutnya login dengan user admin lalu kosongkan passwordnya, untuk melihat software license kita pilih No/n.











54. Masukkan IP Address dan sesuaikan dengan kebutuhan, isikan gateway, dan juga dns.






55. Lakukan tes ping.













56. Selanjutnya kita akan melakukan tahap verifikasi dari Proxmox, untuk itu kita nonaktifkan firewall dulu di perangkat kita.























57. Lakukan uji koneksi dengan tes ping dari server Proxmox ke router Mikrotik.










58. Jika router tidak bisa disetting ip static, lakukan setting ip dhcp-client dengan perintah ip dhcp-client add interfaces=ether1 disabled=no.










Comments

Popular posts from this blog

Penghitungan Diskon dalam Excel